Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib shalat Jumat Tehran, Hujjatul Islam Kazem Seddiqi menilai pelaksanaan KTT Gerakan Non-Blok (GNB) di Tehran sebagai bukti peran efektif Iran di kancah internasional. Hujjatul Islam Seddiqi mengatakan, Republik Islam telah berubah menjadi teladan bangsa-bangsa lain di saat arogan dunia melalui propaganda luasnya berusaha mengucilkan Iran. Ditambahkannya, pengumuman kesiapan sekitar 120 negara untuk menghadiri KTT Tehran adalah indikasi kegagalan Barat untuk mengisolasi Iran. Seraya menyinggung dimulainya Pekan Pemerintah di Iran, Hujjatul Islam Seddiqi memandang momen itu sebagai sebuah kesempatan untuk mengevaluasi titik kelemahan dan kekuatan pemerintah. Menurutnya, teknologi nuklir, nano teknologi dan kemajuan-kemajuan lain di berbagai bidang adalah dimensi kekuatan pemerintah. Pekan Pemerintah ditetapkan untuk mengenang mantan Presiden Iran Mohammad Ali Rajai dan Perdana Menteri Mohammad Javad Bahonar yang meninggal dunia dalam serangan bom pada Agustus 1981. Pekan Pemerintah juga diperingati untuk mensosialisasikan kegiatan, tujuan dan program-program mendatang pemerintah kepada masyarakat. Berbicara tentang krisis Suriah, Hujjatul Islam Seddiqi menandaskan, musuh sengaja menciptakan kekacauan di Suriah agar Muslim Palestina terlupakan. "Menghidupkan cita-cita bangsa Palestina merupakan prinsip yang tidak akan pernah terlupakan dan umat Islam bertekad untuk memusnahkan rezim Zionis Israel," tegasnya.
23 Agustus 2012 - 19:30
Kode berita: 339127
Hujjatul Islam Seddiqi mengatakan, Republik Islam telah berubah menjadi teladan bangsa-bangsa lain di saat arogan dunia melalui propaganda luasnya berusaha mengucilkan Iran. Ditambahkannya, pengumuman kesiapan sekitar 120 negara untuk menghadiri KTT Tehran adalah indikasi kegagalan Barat untuk mengisolasi Iran.